11 June 2013

Hakikat Hasil Belajar



Belajar bukan hanya mengumpulkan dan menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi atau materi pelajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat (Gage dan Berliner dalam Bundu: 2004) bahwa “learning may be defined as the process whereby an organism changes its behaviour as a result of experience”. Dari definisi ini terdapat tiga kondisi yang mendapat penekanan yaitu perubahan, tingkah laku, dan pengalaman.
Skemp (Bundu: 2004) menyatakan bahwa “learning is a change of state of a director system toward states which make possible better functioning” (Belajar adalah suatu perubahan dari sistem direktori yang memungkinkannya berfungsi lebih baik). Dalam proses belajar ada lima faktor yang berpengaruh yaitu waktu, lingkungan sosial, komunikasi, inteligensi, dan pengetahuan tentang belajar itu sendiri.
Lebih lanjut, Hergenhahn dan Olson (Bundu: 2004) mengemukakan lima hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan belajar yaitu:
          Belajar menunjuk pada suatu perubahan tingkah laku; (2) perubahan tingkah laku tersebut relatif menetap; (3) perubahan tingkah laku tidak segera terjadi setelah mengikuti pengalaman belajar; (4) perubahan tingkah laku merupakan hasil pengalaman dan latihan; (5) pengalaman dan latihan harus diberi penguatan.

Proses belajar terjadi karena adanya bermacam-macam stimulus dari lingkungan sekitar siswa, sehingga terjadi interaksi dengan lingkungan. Gagne dan Briggs (Bundu: 2004) mempertegas bahwa “a learning event involves several internal processes, each of which may be influenced by the external by the external factors of instruction” (Belajar adalah peristiwa yang melibatkan beberapa proses internal yang masing-masing proses tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal pembelajaran )”.
Tidak mudah untuk mengetahui apakah seseorang telah belajar atau belum. Sebab proses belajar merupakan masalah yang kompleks sifatnya. Jika tujuan pembelajaran adalah untuk terjadinya perubahan tingkah laku, maka harus ada yang terjadi pada diri murid antara sebelum dan sesudah proses belajar mengajar. Hal ini ditegaskan oleh Merger (Bundu: 2004) bahwa: “no teaching goal can be reached unless each student is influenced to become different in some way than he or she was before the instruction undertaken”.
Namun demikian, hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. Wingkel (Bundu: 2004) menggolongkan kemampuan-kemampuan yang menyebabkan perubahan tersebut menjadi kemampuan kognitif yang meliputi pengetahuan dan pemahaman, kemampuan sensorik motorik yang meliputi keterampilan melakukan rangkaian gerak badan dalam urutan tertentu, dan kemampuan dinamik afektif yang meliputi sikap dan nilai yang meresapi perilaku dan tindakan.
Perubahan yang relatif menetap tersebut memungkinkan pengamatan terhadap penampilan yang meskipun bervariasi akan dapat diklasifikasikan pada cirri-ciri tertentu yang dimiliki. Dalam hal ini, Gagne (Bundu: 2004) menyebut keadaan yang tetap ini dengan istilah kapabilitas, yang mengandung makna seseorang mampu melakukan penampilan tertentu.
Menurut Gagne (Dimyati: 2006), ada lima kategori hasil belajar dalam kelompok kapabilitas tersebut, yaitu: (1) informasi verbal; (2) keterampilan intelektual; (3) strategi kognitif; (4) sikap; dan (5) keterampilan gerak. Kelima jenis kapabilitas tersebut dapat disimpulkan pada tabel berikut:
Tabel 2.1    Jenis Kapabilitas Belajar
Kategori Belajar
Fungsi / Kapabilitas
Kategori Penampilan
Informasi Verbal





Keterampilan Intelektual



Strategi Kognitif




Keterampilan Gerak



Sikap
Mengambil dan menyimpan informasi (fakta, simbol, ceramah).


Operasi mental yang memungkinkan merespon terhadap lingkungan.

Proses kontrol yang mengatur pemikiran dan belajar.


Kemampuan mengatur gerak fisik yang teratur.


Predisposisi untuk bertindak positif atau relatif terhadap orang, benda, atau peristiwa
Menguraikan atau mengkomunikasikan informasi dengan berbagai cara.



Berinteraksi dengan lingkungan menggunakan simbol.



Pengaturan secara efisien dalam mengingat, berpikir, dan belajar.



Mendemonstrasikan kegiatan fisik / aksi yang beraturan.



Menentukan tindakan perorangan (mendekati atau menjauhi) benda, kejadian, atau orang
Sumber: Margaret E.Bell-Gredler (1986)
Hasil belajar murid dapat juga dilihat dari tiga aspek, yakni secara kuantitatif, institusional, dan kualitatif  (Syah dalam Bundu: 2004). Bertolak dari definisi dan uraian-uraian yang telah dikemukakan, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah:
a.  Tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.
b.  Tingkat penguasaan yang dicapai oleh murid dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan.
c.    Perubahan tingkah laku yang dapat diamati sesudah mengikuti kegiatan belajar dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan menunjuk pada aksi atau reaksi yang dilakukan seseorang dalam mencapai suatu tujuan.
d.  Memungkinkan dapat diukur dengan angka-angka, tetapi mungkin juga hanya dapat diamati melalui perubahan tingkah laku. Oleh sebab itu, hasil belajar perlu dirumuskan dengan jelas sehingga dapat dievaluasi apakah tujuan yang diharapkan sudah tercapai atau belum.

Sumber:
Margaret E.Bell-Gredler. 1986. Learning and Instruction: theory into Practice. New York: Macmillan Publishing Company. 
Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.  
Bundu, Patta. 2004. Penilaian Keterampilan Proses Dan Sikap Ilmiah. Jakarta: Depdiknas 



Hakikat Hasil Belajar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: