Langkah–Langkah Penyelesaian Soal Cerita Matematika


Belajar dalam menyelesaikan soal cerita harus mengetahui  cara–cara dan langkah–langkah yang harus dilakukan siswa. Hanya dengan membaca atau mendengarkan penjelasan guru tidak akan menolong dan memberi pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal cerita.
Untuk memilih kemampuan menyelesaikan suatu soal cerita sangat diperlukan pengetahuan prasyarat termasuk menguasai langkah–langkah menyelesaikan masalah/soal cerita tersebut. Menurut Polya (Aisyah, 2007: 5-20) pemecahan masalah dalam matematika terdiri atas empat langkah pokok, sebagai berikut :
a.      Memahami Masalah
Pada langkah ini, kegiatan pemecahan masalah diarahkan untuk membantu siswa menetapkan apa yang diketahui pada permasalahan dan apa yang ditanyakan. Ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu siswa dalam mengidentifikasi unsur yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal diantaranya sebagai berikut: 1) apakah yang diketahui dari soal, 2) apakah yang ditanyakan soal, 3) apakah saja informasi yang diperlukan, 4) bagaimana akan menyalesaikan soal.
Berdasarkan pertanyaan–pertanyaan di atas diharapkan siswa dapat lebih mudah mengidentifikasi unsur yang diketahui dan yang ditanyakan soal. Dalam hal ini strategi mengidentifikasi informasi yang diinginkan, diberikan, dan diperlukan akan sangat membantu siswa melaksanakan tahap ini. Dengan contoh permasalahan sebagai berikut:
Diketahui berat badan Rina kg, sedangkan berat badan Retno kg. Berapa kg berat badan kedua anak tersebut?

Diketahui: berat badan Rina =   kg, dan berat badan Retno = kg.
Ditanya: berat badan kedua anak tersebut = ...?

a.      Membuat Rencana Untuk Menyelesaikan Masalah
Pendekatan pemecahan masalah tidak akan berhasil tanpa perencanaan yang baik. Adapun tujuan dari perencanaan pemecahan masalah ini adalah agar siswa dapat mengidentifikasi strategi–strategi pemecahan masalah yang sesuai untuk menyelesaikan masalah yang sesuai dengan permasalahan yang akan dipecahkan. Dari permasalahan di atas, dimisalkaan: jika berat badan Rina =,  berat badan Retno =,  Dan berat badan kedua anak . Dan model matematika untuk kedua anak tersebut adalah

  

a.      Melaksanakan Penyelesaian Soal
Jika siswa telah memahami permasalahan dengan baik dan sudah menentukan strategi pemecahannya, langkah selanjutnya adalah melaksanakan penyelesaian soal sesuai dengan yang telah direncanakan. Kemampuan siswa memahami subtansi materi dan keterampilan siswa melakukan perhitungan – perhitungan matematika akan sangat membantu siswa untuk melaksanakan penyelesaian soal cerita.
Dari model matematika di atas dapat diselesaikan sebagai berikut :
  

a.      Memeriksa Ulang Jawaban Yang Diperoleh
Langkah memeriksa ulang jawaban yang diperoleh merupakan langkah terakhir dari pendekatan pemecahan masalah matematika Hudojo (Aisyah, 2007: 5-22). Adapun tujuan dari langkah ini adalah untuk mengecek apakah hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan ketentuan dan tidak terjadi kontrakdisi dengan yang ditanya.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk memeriksa ulang jawaban yang diperoleh adalah :
1)      Mencocokan hasil yang diperoleh dengan hal yang ditanyakan.
2)      Menginterpretasi jawaban yang diperoleh.
3)      Mengidentifikasi adakah cara lain untuk mendapatkan penyelesaian masalah.
4)      Mengidentifikasi jawaban atau hasil lain yang memenuhi.
 
Pada contoh penyelesaian permasalahan di atas hasil yang diperoleh untuk berat badan kedua anak tersebut adalah   Sedangkan unsur yang diketahui adalah  Berat badan Rino dan berat badab Retno
Untuk membuktikan berat badan kedua anak tersebut sudah sesuai dengan unsur yang diketahui atau belum hal ini dapat dibuktikan sebagai berikut :
 
Berdasarkan  penyelesaian soal di atas diperoleh jawaban: jadi, berat badan kedua anak tersebut adalah  
Dari jawaban yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan yang diketahui.
Keempat langkah pokok yang dikemukakan Polya merupakan prosedur yang harus diikuti dalam setiap pemecahan masalah (termasuk soal cerita) matematika. 

 Sumber :
Aisyah, Nyimas, dkk. 2007. Pengembangan Pembelajaran Matematika SD. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional


No comments: