Blog Teknologi, Pendidikan, Informasi dan Kesehatan

11 June 2013

Metode Eksperimen



Metode eksperimen terdiri dari dua kata yang masing-masing memiliki makna yang berbeda atau tersendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:740) mendefenisikan:
metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; Cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan sesuatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Kemudian eksperimen adalah percobaan yang dilakukan secara sistematis dan terencana untuk membuktikan kebenaran suatu teori.
Kemudian  Djamarah (2002:95) mendefenisikan metode eksperimen adalah “cara penyajian pelajaran, dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari”. Dalam proses belajar mengajar, dengan metode eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu objek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mencoba mencari sesuatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu.
Melalui penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen adalah pemberian kesempatan kepada anak didik baik perorangan maupun kelompok untuk melakukan percobaan yang sengaja dirancang dan terencana untuk membuktikan kebenaran suatu teori dengan menggunakan cara yang teratur dan sistematis.

a.    Karakteristik Metode Eksperimen
Esensi metode eksperimen dalam pendidikan adalah digunakan untuk membantu peserta didik dalam menemukan sendiri konsep melalui percobaan. Dalam arti bahwa konsep yang diketahui bukan hasil hafalan atau dari salinan buku tapi konsep tersebut dipahami siswa setelah melakukan observasi, klasifikasi, kuantifikasi, interfensi, dan komunikasi untuk mendapatkan kesimpulan yang valid. Dengan metode ini anak didik diharapkan sepenuhnya terlibat dalam merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, menemukan fakta, mengumpulkan data, mengendalikan variabel, dan memecahkan masalah yang dihadapinya secara nyata.
Karakteristik dari metode eksperimen merupakan metode yang membantu anak didik dalam memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda, Roestiyah (2001) seperti:
1)   Metode untuk membelajarkan siswa dengan melakukan percobaan, pengamatan dan penarikan kesimpulan terhadap sesuatu yang sedang diuji kebenarannya.
2) Metode yang dirancang untuk mengembangkan pengetahuan siswa dalam mengembangkan pengetahuan siswa dalam pembelajaran tertentu.
3)  Metode yang membantu siswa dalam pemrosesan informasi yang aktif, sehingga membantu mereka dalam belajar akan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
4) Metode yang mengarahkan siswa mempelajari lingkungan belajar sebagai suatu ekologi.
5)   Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah yang bersifat ilmiah.

Sehingga dalam metode eksperimen memiliki kelebihan seperti: (1) dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku, (2) anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi, (3) dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejateraan hidup manusia.

b.    Langkah-Langkah Penerapan Metode Eksperimen
Penerapan pembelajaran dengan metode eksperimen akan membantu siswa untuk memahami konsep. Pemahaman konsep dapat diketahui apabila siswa mampu mengutarakan secara lisan, tulisan, maupun aplikasi dalam kehidupannya. Dengan kata lain, siswa memiliki kemampuan untuk menjelaskan, menyebutkan, memberikan contoh, dan menerapkan konsep terkait dengan pokok bahasan.
Untuk mengamati dan membuktikan perubahan wujud benda, dapat dilakukan kegiatan percobaan sederhana. Pelaksanaan metode eksperimen dalam pembelajaran perubahan wujud benda dilakukan dengan memperhatikan tahap-tahap pelaksanaan eksperimen menurut Palendeng (Martiningsih, 2007)  meliputi tahap percobaan awal, pengamatan, hipotesis awal, verifikasi, evaluasi dan aplikasi konsep.
Adapun tahap-tahap pelaksanaan eksperimen dalam pembelajaran sifat-sifat benda cair:
a) Percobaan awal, siswa secara berkelompok melakukan percobaan untuk membuktikan adanya sifat-sifat benda cair. Pada tahap ini, siswa ditugaskan untuk melakukan percobaan.
b) Pengamatan, siswa mengamati dan mencatat perubahan-parubahan bentuk  benda cair.
c) Hipotesis awal, siswa dapat merumuskan hipotesis tentang sifat-sifat benda cair berdasarkan hasil pengamatannya. Pada tahap ini siswa menarik dugaan sementara dari hasil pengamatannya terhadap percobaan yang dilakukan.
d) Verifikasi, Kegiatan untuk membuktikan kebenaran dari dugaan awal mengenai sifat-sifat benda cair yang telah dirumuskan. kegiatan verifikasi ini dilakukan melalui kerja kelompok. Pada tahap ini siswa melanjutkan eksperimen/percobaan yang telah dilakukan untuk membuktikan sifat-sifat benda cair. Selanjutnya Siswa mendiskusikan hasil pengamatannya, merumuskan hasil percobaan, membuat kesimpulan dan melaporkan hasil percobaannya.
e) Evaluasi, merupakan kegiatan akhir setelah siswa menyelesaikan percobaanya. Kegiatan ini untuk menguji pemahaman siswa terhadap konsep sifat-sifat benda cair. f) Aplikasi konsep, Setelah siswa merumuskan dan menemukan konsep tentang sifat-sifat benda cair, siswa dapat menghubungkan pengetahuan yang telah diperolehnya dengan contoh konkret dalam kehidupannya dan dapat menerapkannya di dalam kehidupannya.
Rencana belajar metode eksperimen dimaksudkan untuk memberikan penguatan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa dengan menggunakan tugas-tugas atau penelitian dalam bentuk pengamatan terhadap objek-objek lingkungan alam atau lainnya berdasarkan materi pelajaran yang diajarkan. Siswa dituntut untuk dapat memecahkan masalah yang ditemukan dalam kegiatan pengamatan. Pemberian tugas dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab siswa sehubungan dengan aktivitas kegiatan baik individu maupun kelompok dalam melakukan percobaan-percobaan sederhana dan nyata untuk siswa sehingga mampu untuk memahami suatu materi pembelajaran.
Roestiyah (2001:80) mengemukakan bahwa “metode eksperimen mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atas persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri”. Di samping itu siswa juga dapat berlatih berfikir secara ilmiah. Dengan eksperimen siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya.
Selanjutnya, Roestiyah (2001) menyatakan bahwa agar penggunaan metode eksperimen dapat dilakukan secara efektif dan efesien, maka pelaksana  (guru) harus memperhatikan ha-hal sebagai berikut:
1)   Dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan, maka jumlah alat atau materi harus cukup bagi siswa.
2)   Agar eksperimen tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang menyakinkan, atau mungkin hasilnya tidak membahayakan, maka kondisi atau alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih.
3)   dalam mengamati proses percobaan, maka perlu adanya waktu yang cukup lama, sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran teori yang dipelajari itu.
4)   Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih, maka perlu diberi petunjuk yang jelas, sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta keterampilan juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih obyek eksperimen.
5)   Perlu dimengerti juga bahwa tidak semua masalah bisa diekperimenkan, seperti masalah yang mengenai kejiwaan, beberapa segi kehidupan social dan keyakinan manusia. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat, sehingga masalah itu tidak bisa diadakan percobaan karena alatnya belum ada.
Dalam melakukan suatu eksperimen siswa memperoleh kesempatan sebesar-besarnya untuk melakukan suatu eksperimen dengan langkah-langkah dan cara-cara berpikir ilmiah melalui pengujian kebenaran teori dengan jalan mengumpulkan data hasil pengamatan dan kemudian ditafsirkannya dan pada akhirnya dibuatkan kesimpulan-kesimpulannya sendiri dari hasil pengamatannya.


Sumber :


Alwi Hasan. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ke Tiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Djamarah.  2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Roestiyah, N.K. 2001. Strategi Belajar Mengejar. Cetakan Keenam. Jakarta:  Rineka Cipta.  
Martiningsih. Macam-macam Metode Pembelajaran, (Online), (http: //Martiningsih. blogspot.com, diakses 12-o4-2009)  
 

Metode Eksperimen Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: