09 June 2013

Pembelajaran Model SQ3R



a.       Pengertian Model SQ3R
SQ3R ialah model membaca yang telah diperkenalkan oleh Robinson pada tahun 1961. Dalam sistem membaca terlebih dahulu melakukan survei bacaan untuk mendapatkan gagasan umum apa yang akan kita baca lalu dengan mengajukan berbagai pertanyaan pada diri sendiri yang jawabannya diharapkan terdapat dalam bacaan sehingga bacaan tersebut lebih mudah dipahami.
Pembelajaran SQ3R adalah model membaca yang dapat mengembangkan metakognitif murid, yaitu dengan menugaskan murid untuk membaca bahan belajar secara cermat dan seksama (pelajaran membaca di SD berdasarkan penggolongan jenis dan kelas)
b.      Karakteristik Startegi  SQ3R
Yang dapat digunakan dalam pembelajaran membaca untuk meningkatkan daya ingat dan pemahaman murid terhadap isi bacaan. SQ3R merupakan singkatan dari dari kata Survey               (membaca sekilas), Question (bertanya), Reading (membaca), Recite (menjawab), dan Review (meninjau kembali). Dimana dalam menggunakan model ini, sebelum membaca kita melakukan survei untuk memperoleh gambaran umum dari suatu bacaan dengan cara melihat bagian permukaan dan akhir.

Setelah mensurvei buku dapat dirumuskan beberapa pertanyaan untuk diri sendiri tentang bacaan tersebut yang diharapkan jawabannya ada didalam buku. Hal ini akan membantu dan menuntun kita memahami bacaan. Dengan bekal rumusan pertanyaan-pertanyaan tadi, barulah kita membaca. Pertanyaan itu merupakan penentuan yang dapat membantu pembaca menemukan informasi yang di inginkannya dengan cepat
c.       Langkah-langkah Model SQ3R
Model SQ3R yang diadaptasi dari buku Teaching In Todays Elementary School oleh Burns d.k.k.(Khalik Abdul ,  2008:  14)  adalah sebagai berikut:
1.      Tahap Membaca Sekilas (Survey)
Pada tahap awal murid diarahkan untuk memperhatikan judul yang ditulis di papan tulis. Selanjutnya, murid membaca teks dalam beberapa menit secara sekilas untuk mengenal detil-detil informasi penting dan garis besar isi teks sebelum membaca bacaan secara lengkap.
2.      Tahap Menyusun Pertanyaan (Question)
Setelah murid membaca secara sekilas (buku ditutup sementara), murid menyusun pertanyaan sesuai dengan yang mereka telah peroleh saat membaca sekilas. Pertanyaan tersebut ditulis oleh guru di papan tulis. Bila pertanyaan yang disusun kurang maksimal mendorong mereka untuk memahami isi bacaan 60% ke atas. Guru dapat mengemukakan jawaban sebagai pancingan untuk membuat pertanyaan. Tahap ini peranan bimbingan guru sangat menentukan untuk efektivitas tahap berikutnya.
3.      Tahap Membaca (Reading)
Pada tahap ini guru mempersilahkan murid untuk membaca kembali bukunya secara saksama sambil memperhatikan pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun sebelumnya, waktu yang diberikan relatif lebih lama dibanding pada tahap Survey. Setelah itu, murid diminta untuk menutup bukunya kembali.
4.      Tahap Menjawab Pertanyaan (Recite)
Pada tahap ini guru mengarahkan murid untuk menjawab pertanyaan yang telah ditulis di papan tulis, pertanyaan yang jawabannya belum sempurna tidak langsung dibahas sampai tuntas oleh guru tetapi diberi kesempatan pada tahap berikutnya untuk disempurnakan oleh murid melalui bimbingan guru.

5.      Tahap Meninjau  Ulang (Review)
Pada tahap ini murid diarahkan membaca kembali teks untuk meninjau atau menyempurnakan seluruh jawabannya, jawaban yang belum tuntas pada tahap sebelumnya, dibahas oleh murid melalui bimbingan guru.

d.      Penerapan Model SQ3R
Menurut Burns, d.k.k. (Khalik Abdul: 2008) model SQ3R pada tahap awal lebih efektif dilakukan secara kelompok kecil agar murid dapat menyusun pertanyaan dan menjawab petanyaan dengan tepat dan cepat. Melalui kerja kelompok murid saling bekerja sama dan saling membantu sehingga tidak terasa sangat sulit menyusun dan menjawab pertanyaan dengan tepat, dengan demikian tahap kegiatan pembelajaran membaca berikutnya dapat dilakukan dengan baik seperti meringkas bacaan, menceritakan kembali memberi pertanyaan aplikatif atau apresiasif.
e.       Manfaat Model  SQ3R
Membaca dengan SQ3R dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah yang terdapat dalam singkatan SQ3R tersebut. Ada beberapa keuntungan yang diperoleh dengan metode tersebut,
(a) Dengan mensurvei buku terlebuh dahulu, murid akan mengenal organisasi tulisan dan memperoleh kesan umum dari buku. Hal ini akan mempercepat pemahaman terhadap buku tersebut; (b) Pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun tentang apa yang murid baca akan membangkitkan keingintahuan dan membantu kita untuk membaca dengan tujuan mencari jawaban-jawaban yang penting, serta akhirnya akan meningkatkan pemahaman dan mempercepat penguasaan seluruh isi buku; (c) Dapat melakukan kegiatan membaca secara lebih cepat karena dipandu oleh langkah-langkah sebelumnya, yaitu mensurvei buku dan menyusun pertanyaan bacaan; (d) Catatan-catatan tentang buku yang dibaca dapat membantu kita memahami secara cepat dan membantu ingatan kita. Mencatat fakta-fakta serta ide-ide yang penting akan menamankan kesan yang mendalam pada ingatan kita; (e) Melalui langkah terakhir, yaitu review atau mengulangi; kita akan memperoleh penguasaan bulat, menyeluruh atas bahan yang kita baca.

Pembelajaran Model SQ3R Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: