Pengertian dan Bentuk-Bentuk Perilaku Agresif



Myers (Sarwono 2002: 297) mengemukakan bahwa perilaku agresif adalah perilaku fisik atau lisan yang sengaja dengan maksud unutk menyakiti atau merugikan orang lain. Murray ( Chaplin, 2004 ) mengatakan bahwa agresif adalah kebutuhan untuk menyerang, memperkosa atau melukai orang lain, untuk meremehkan, merugikan, mengganggu, membahayakan, merusak, menjahati, mengejek, mencemoohkan, atau menuduh secara jahat, menghukum berat, atau melakukan tindakan sadistis lainnya. 
Berkowitz (Zamzami, 2007) menjelaskan bahwa agresif merupakan bentuk perilaku yang dimaksud untuk menyakiti seseorang baik  secara fisik maupun mental. Kisni (2001) mengungkapkan bahwa agresif sebagai bentuk perilaku yang dimaksudkan untuk melukai seseorang (secara fisik atau verbal) atau merusak harta benda. Moore Fine (Kartono, 2000) mengatakan bahwa agresif adalah tingkah laku kekerasan secara fisik atau verbal terhadap orang lain atau objek lain.
Menurut Krech (Zamzani, 2007) ”agresif adalah bentuk perasaan dan tindakan marah dan mengamuk dari kekerasan fisik, makian berupa kata-kata seperti pengaduan dan fitnah serta fantasi kekerasan dan penyerbuan”. Sementara Bandura (Zamzani, 2007) ”mendefinisikan agresif sebagai tingkah laku berupa penyerangan orang dan pengrusakan fisik”.
Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kecenderungan perilaku agresif adalah adanya keinginan untuk melakukan perilaku negatif, kekerasan guna menyakiti orang lain atau merusak  suatu benda yang dilakukan secara fisik maupun verbal.
a.      Bentuk- bentuk perilaku agresif
Menurut Moore dan Fine (Koeswara, 1988) yang membagi perilaku agresif dalam dua bentuk yaitu secara fisik dan secara verbal, antar lain:
a)      Agresif verbal yaitu agresif yang dilakukan dengan cara menyerang secara verbal seperti mengejek, membentak, menghina, dan lain-lainnya.
b)      Agresif fisik yaitu agresif yang dilakukan dengan menggunakan kemampuan fisik seperti menendang, menggigit, mencubit, melempar dan lain-lainnya.
Paterson ( Malik, 2007) menggolongkan perilaku agresif menjadi  empat bentuk, yaitu:
a)      Agresif menyerang fisik, contohnya: memukul, menendang, mendorong dan melukai orang lain,
b) Agresif menyerang verbal, contohnya: menghina, memaki, dan melakukan gerakan  lain yang mengancam,
c) Agresif menyerang dengan benda, contohnya: membanting buku, membanting pintu, atau memukul-mukul tembok.
d)     Agresif menyerang daerah atau hak orang lain, contohnya: mengambil barang orang lain secara paksa dan mencoret-coret tembok orang lain.
Kenneth Mayer (Malik, 2007: 100) membagi perilaku agresif menjadi tujuh bagian, yaitu:
a.   Agresif predatori adalah agresif yang muncul karena kehadiran objek yang alamiah (mangsa). Agresif jenis ini biasanya terdapat pada jenis hewan yang menjadikan hewan dari spesies lain sebagai mangsanya, contohnya: singa mencari makanan dengan menerkam rusa.
b.  Agresif antar jantan adalah agresif yang secara tipikal dibangkitkan oleh kehadiran sesama jantan pada suatu spesies.
c.       Agresif ketakutan adalah agresif yang dibangkitkan oleh tertutupnya kesempatan untuk menghindar dari ancaman.
d.    Agresif tersinggung adalah agresif yang dibangkitkan oleh perasaan atau tersinggung atau kemarahan, dimana respon keinginan untuk menyerang muncul terhadap stimulus yang luas (tanpa memilih sasaran), baik berupa objek hidup ataupun objek mati.
e.  Agresif pertahanan adalah agresif yang dilakukan oleh makhluk dalam rangka mempertahankan daerah kekuasaannya dari ancaman atau gangguan orang lain.
f.     Agresif maternal adalah yang spesifik pada makhluk atau spesies betina (induk) yang dilakukan dalam upaya melindungi anak-anaknya dari berbagai ancaman.
g.      Agresif instrumental adalah agresif yang dipelajari, diperkuat (reinforeed) dan dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Pendapat Delut ( Kisni dan Hudaniyah, 2001 ) bentuk-bentuk perilaku agresif yaitu:
a.       Menyerang secara fisik
b.      Menyerang dalam kata-kata
c.       Mencela orang lain
d.      Mengancam melukai orang lain
e.       Menyerbu daerah orang lain
f.       Main perintah
g.      Melanggar hak orang lain
h.      Membuat perintah dan permintaan yang tidak perlu
i.        Bersorak-sorak, berteriak atau berbicara keras yang tidak pantas.
j.        Menyerang tingkah laku yang dibenci

Referensi :


Sarwono, S. W. 2002. Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka.

Zamzami, A. 2007. Agresivitas Siswa SMK DKI Jakarta. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, tahun ke-13,No. 069.
Koeswara, E. 1988.  Agresi Manusia. Bandung: PT. Eresco
Malik, Muh. Anas. 2007. Pengantar Psikologi Sosial. Makassar: Badan Penerbit UNM
Kisni, T. D. & Hudaniyah. 2001. Psikologi Sosial. Jilid 1 Universitas Muhammadiyah Malang Press   
   
 

No comments: