Pembelajaran Matematika


a.      Pengertian Matematika

Matematika sebagai salah satu ilmu dasar yang tertua akhir-akhir ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dari segi materi dan maupun fungsi terapannya. Berdasarkan kenyataan demikian, maka murid dituntut untuk mampu menguasai materi minimal yang terdapat dalam kurikulum.

Belajar matematika berbeda dengan ilmu lainnya karena pembelajarannya memerlukan keterampilan matematis, baik berupa abstrak, logika, kemampuan berhitung, kemampuan memanipulasi, maupun kemampuan menganalisa suatu masalah. Matematika (dari bahasa Yunani ‘mathemata’) sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan, begitu kompleks sehinnga sampai saat ini belum ada definisi yang baku tentang pengertian matematika itu sendiri. (Soedjadi, 2000: 25) menyajikan beberapa definisi tentang matematika yaitu:


1) Matematika adalah cabang ilmu eksak dan terorganisir secara sistematik; 2) matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulus; 3) matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logika dan berhubungan dengan dua bilangan; 4) matematika adalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitatif dan masalah tentang ruang dan bentuk; 5) matematika adalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logis; 6) matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang cermat.

  

Matematika sebagai ilmu mengenai strukur dan hubungan-hubunganya, simbol-simbol sangat diperlukan untuk membantu memanipulasi aturan-aturan yang ditetapakan. Simbol menjamin adanya komunikasi dan mampu memberiakan keterangan untuk membantu konsep baru. Konsep baru terbentuk karena adanya pemahaman konsep sebelumnya sehingga matematika itu konsep-konsepnya tersusun secara hirarki. Menurut Hudoyo (1997: 54) bahwa “matematika berkenaan dengan ide-ide/konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarki dan penalarannya secara deduktif”

b.      Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Agar tujuan pengajaran dapat tercapai, guru harus mampu mengorganisasikan semua komponen sedemikian rupa sehingga antara komponen yang satu dengan lainnya dapat berinteraksi secara harmonis. Salah satu komponen dalam pembelajaran adalah pemanfaatan berbagai macam strategi dan model pembelajaran secara dinamis dan fleksibel sesuai dengan materi, murid dan konteks pembelajaran, Sehingga dituntut kemampuan guru untuk memilih Model pembelajaran yang sesuai dengan materi atau bahan ajar yang disampaikan kepada murid. Menurut  (Suyitno, 2000: 1) bahwa:


Pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar menjadi interaksi optimal antara guru dengan murid, serta antara murid dengan murid.



Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika terdapat prinsip-prinsip dasar pembelajaran matematika yaitu:

1) Dalam menyajikan topik baru hendaknya dimulai dari tahapan yang paling sederhana menuju tahapan yang lebih kompleks dari yang dekat dengan anak menuju ke lingkungan yang lebih luas.

2) Pengalaman-pengalaman sosial anak dan penggunaan benda-benda konkret  perlu dilakukan guru untuk membantu pemahaman anak terhadap pengertian-pengertian dalam berhitung.

3)  Setiap langkah pembelajaran berhitung hendaknya di usahakan melalui penyajian yang menarik untuk menghindari terjadinya tekanan atau ketegangan pada diri anak.

Pembelajaran matematika harus dilakukan sesuai dengan kondisi/kebutuhan murid agar pembelajaran efektif dan menyenangkan bagi murid melalui berbagai kegiatan, dan mempelajari konsep matematika dengan alat bantu berupa alat peraga, murid akan aktif dan asyik bekerja tanpa ada rasa tertekan dan tegang.

c.       Tujuan Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Menurut Soejadi (Heruman, 2007: 1) bahwa “salah satu yang menjadi hakikat matematika adalah tercapainya tujuan dalam mengajarkan matematika”.  Oleh karena itu,  dalam pembelajaran matematika penting untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Adapun yang menjadi tujuan pengajaran matematika di SD adalah agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:

1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep algoritma secara lues, akurat, efesien, dan tepat dalam pemecahan masalah.

2)  Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.

3)  Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan Model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.

4)  Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.

5)  Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri terhadap pemecahan masalah.

Referensi:
Soedjadi, 2000 . Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Hudoyo, H.1997. Pengembangan Kurikulum Matematika dan Pelaksaannya di Depan Kelas. Surabaya: usaha nasional. 
Heruman. 2007. Model Pembelajaran Matematika. Bandung: Remaja
Suyitno, dkk. 2000. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matematika I. Semarang: Pendidikan Matematika. FMIPA. UNNES
 

No comments: