15 August 2013

Alat Peraga KIT IPA



1.      Pengertian Alat Peraga KIT IPA.
Dalam Kamus Bahasa Indonesia (2001), Alat peraga yaitu alat yang digunakan dalam pengajaran yang dapat dilihat sehingga tahu benar yang dimaksud atau sebagai alat bantu untuk menghitung dan sebagainya .
Menurut  Moejadi (1994: 35) mengatakan bahwa:

Alat peraga adalah suatu alat biasanya tidak dalam bentuk perangkat (set), yang jika digunakan dapat membantu memudahkan memahami suatu konsep secara tidak langsung. Yang termasuk dalam kelompok ini ialah model, cara, dan poster. Alat peraga dibuat karena barang atau alat yang sebenarnya sulit dihadirkan dalam ruang belajar.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa alat peraga dapat digunakan untuk memahami suatau konsep yang dapat ditampilkan pada saat proses pembelajaran. Mengajarkan mata pelajaran tidak cukup hanya dengan menggunakan kapur dan papan tulis saja. Sekarang ini tuntutan pembelajaran tidak hanya memberikan sejumlah fakta, yang makin lama jumlahnya makin banyak yang harus dihafalkan oleh siswa, tetapi siswa juga harus dapat menjelaskan mengapa fakta itu ada, bagaimana fakta itu terjadi, dan di mana fakta itu dapat terjadi.
Agar siswa dapat memahami seluruh tuntutan pembelajaran itu, tidak cukup dengan hanya memberikan ceramah kepada siswa. Menurut  Moejadi (1994) pemberian ceramah kepada siswa berarti telah menjejali siswa dengan fakta-fakta yang harus ia serap atau bila tidak harus ia hafalkan. Lain halnya jika penjelasan guru diberikan diikuti dengan menggunakan alat peraga, maka kata-kata guru akan menjadi lebih singkat dan siswa akan lebih mudah memahami dan menyerap penjelasan guru..
Menurut Hardanawati (200:65) memgatakah bahwa :

Model Adalah tiruan dari benda sebenarnya, bentuknya ada yang lebih besar dan ada pula yang lebih kecil dari benda sebenarnya. Model baik untuk mengajarkan konsep tentang benda yang berdimensi tiga dan konkret. Contoh dibuat model bumi (globe) karena tidak mungkin bagi guru untuk menghadirkan bumi dalam ruang kelas. Dengan model bumi siswa dapat melihat bentuk dan gambaran bagian-bagian bumi dengan jelas.

Berdasarkan pendapat di atas disimpulkan bahwa banyak model dibuat untuk menunjukkan bagian dalam suatu benda agar bagian itu dapat diamati dengan mudah. Model biasanya dibuat lebih sederhana dan tidak rumit dengan maksud agar konsep-konsep dasar yang ingin dipelajari dapat di amati dengan seksama oleh siswa. Sebagai pengganti benda yang sebenarnya, maka model harus dibuat dengan sangat teliti, dan tidak memberikan informasi yang salah.
Beberapa keuntungan penggunaan model menurut Moejadi (1994), dalam proses belajar mengajar yaitu : (1) model merupakan benda tiga dimensi yang menyerupai benda yang sebenarnya, (2) model dibuat menurut ukuran yang sesuai dengan keperluan, (3) model dibuat untuk memperlihatkan bagian dalam benda yang dipelajari, (4) model dibuat untuk menunjukkan bagian-bagian yang penting saja, (5) model dibuat untuk dibongkar bagian-bagiannya dan kemudian dipasang kembali, (6) model dapat meningkatkan aktivitas dan minat siswa belajar.
Selain jenis alat peraga berupa model, alat peraga lain yang sering digunakan adalah gambar atau foto. Gambar merupakan alat peraga penting. Alat ini penting karena gambar dapat memberikan informasi yang diperlukan tentang benda atau masalah yang digambarnya.
Seperti halnya model, gambar berfungsi sebagai pengganti benda aslinya. Jika benda atau peristiwa yang sebenarnya itu tidak mungkin didatangkan di ruang belajar, maka biasanya digunakan gambar sebagai penggantinya. Dipilih gambar sebagai pengganti karena gambar mudah didapat dan mudah membuatnya. Sebagai contoh tidak mungkin guru bahasa Indonesia menghadirkan peristiwa kecelakaan lalulitas di dalam ruang belajar, kemudian menyuruh siswa menceritakan kembali kejadian tersebut. Oleh karena itu untuk keperluan pembelajaran kepada siswa diperlihatkan gambar kejadian kecelakaan lalulitas yang dimaksud, kemudian siswa membuat teks sesuai dengan urutan kejadiannya.
Beberapa keuntungan menggunakan gambar menurut Sukarno (1994), sebagai alat peraga adalah: (1) gambar mudah diperoleh baik dengan cara menggambar sendiri atau diperoleh dari koran atau majalah, (2) gambar mudah digunakan dan tanpa memerlukan alat bantu, (3) gambar dapat diperbesar atau diperkecil dengan beberapa cara, di antaranya dengan metode petak-petak, pantograf, atau dengan cara memfotocopi, (4) dengan menggunakan OHP (overhead projector) gambar dapat diproyeksikan pada layar dengan lebih dulu memfotocopi gambar tersebut pada lembar transparan. Hal ini dilakukan jika gambar ingin diperbesar sementara dan dilihat oleh banyak siswa.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga dalam proses belajar mengajar dapat membantu siswa untuk mempermudah memahami suatu konsep atau prinsip yang diajarkan, membantu guru dalam proses belajar mengajar, dan membuat siswa lebih aktif belajar.
2.   Dampak Penggunaan Alat Peraga KIT IPA
Dalam Arsyad (2004), Alat peraga memiliki kelebihan sebagai berikut (a) umumnya murah harganya, (b) mudah didapat, (c) mudah digunakannya, (d) dapat memperjelas suatu benda, (e) lebih realistis, (f) dapat membantu mengatasi keterbatasan pengamatan, (g) dapat mengatasi keterbatasan ruang  dan waktu. Namun demikian alat peraga juga mamiliki keterbatasan, antara lain (a) semata-mata hanya media visual, (b) ukuran gambar sering sekali kurang tepat untuk pengajaran dalam kelompok besar, (c) memerlukan keterbatasan sumber dan keterampilan, dan kejelasan guru untuk dapat memanfaatkanya. 
Referensi :

Badudu. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta : Pustaka Harapan.

Moejadi. 1994. Model Pemanfaatan KIT IPA SD yang Efektif Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPA. Jakarta : Lembaga Penelitian IKIP Yogyakarta. 

Arsyad, Azhar. 2006. Media Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
 

Alat Peraga KIT IPA Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: