12 August 2013

Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat ( STM )



Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat merupakan pendekatan pembelajaran yang pada dasarnya membahas penerapan sains dalam konteks kehidupan manusia sehari hari. Oleh karena itu, pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) disebut sebagai pendekatan terpadu antara sains dan isue teknologi yang ada di masyarakat. Dengan pendekatan ini siswa dikondisikan agar mau dan mampu menerapkan prinsip-prinsip sains untuk menghasilkan karya teknologi sederhana atau solusi pemikiran untuk mengatur dampak negatif  yang mungkin timbul akibat munculnya produk teknologi.
Seperti yang kita ketahui bahwa hakikat  sains adalah sebagai produk dan proses, maka dalam pembelajarannya diharapkan tidak hanya menyampaikan pengetahuan berupa fakta, konsep atau prinsip saja melainkan juga tentang proses bagaimana produk sains ditemukan. Disamping itu, dilihat dari salah satu fungsi mata pelajaran sains adalah mengembangkan kesadaran tentang adanya hubungan/keterkaitan yang sangat mempengaruhi STM dan masyarakat maka dalam pembelajarannya dibutuhkan wahana yang dapat memfasilitasi tumbuhnya kesadaran tersebut. Untuk itu dalam pembelajaran sains perlu dikaitkan dengan teknologi karena pada dasarnya antara sains dan teknologi memiliki hubungan timbal balik artinya pengembangan sains akan menghasilkan pengetahuan dasar yang dibutuhkan untuk pengembangan teknologi sementara pengembangan teknologi dapat menghasilkan cara atau sarana bagaimana memecahkan masalah sains  yang ada.
Di Indonesia gagasan penerapan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) sebetulnya sudah dimunculkan dalam garis-garis besar program pengajaran materi sains  kurikulum 1994 namun praktek di lapangan masih jarang  bahkan bisa dikatakan belum diterapkan. Penerapan pendekatan STM pada umumnya masih terbatas pada uji coba/penelitian-penelitian. Disinyalir salah satu kendala yang menyebabkan adalah belum dipahami dengan baik bagaimana operasionalisasi pendekatan  sains teknologi masyarakat bagi sebagian besar guru sains.
Pentingnya untuk mengembangkan pembelajaran sains lewat STM tertuang kembali  dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam kurikulum tersebut secara eksplisif ditegaskan bahwa Salingtemas (Sains Lingkungan Teknologi dan Masyarakat ) merupakan aspek yang harus dipelajari siswa dalam pembelajaran sains.
Secara konseptual pendekatan STM memiliki beberapa nilai tambah baik yang merupakan sasaran utama maupun yang berbentuk dampak pengiring. Nilai tambah yang merupakan sasaran utama antara lain  adalah :
a.      Melalui pendekatan STM  membuat pengajaran sains lebih bermakna karena langsung berkaitan dengan permasalahan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari dan membuka wawasan siswa tentang peranan sains dalam kehidupan nyata
b.  STM dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk mengaplikasikan konsep, keterampilan proses, kreativitas dan sikap menghargai produk teknologi serta tanggung jawab atas masalah yang timbul di lingkungan
c.    Pendekatan STM yang berorientasi pada “hand on activities” membuat siswa dapat menikmati kegiatan-kegiatan sains dengan perolehan pengetahuan yang tidak mudah terlupakan dengan demikian dapat juga digunakan untuk menarik minat siswa dalam pembelajaran sains
d.      STM dapat memperluas wawasan siswa tentang keterkaitan sains dengan bidang studi lain. Hal ini dapat terwujud karena dalam memecahkan permasalahan alam di lingkungan, siswa tidak hanya mempelajari bidang sains saja melainkan perlu berbagai bidang studi yang lain misalnya IPS, matematika dan lain lain. Dengan demikian mereka akan menyadari perlunya pemahaman ilmu secara holistik/menyeluruh sehingga terhindar dari sikap skeptis atau pandangan yang sempit
e.       Lewat pendekatan STM dapat  pula dikembangkan pembelajaran terpadu atau ”integrated learning, across curiculum” atau lintas bidang studi. Hal ini sejalan dengan pendapat Yager dan Lutz (Asyari 2006: 64) mengatakan ”bahwa pendekatan STM  dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas (total curiculum) atau pembelajaran secara menyeluruh”.
Adapun dampak pengiring dari penerapan Sains Teknologi Masyarakat adalah akibat dari beragamnya kegiatan yang dilakukan dan penggunaan dari berbagai macam cara penilaian pencapaian keberhasilan belajar siswa misalnya adanya :
1)      Kegiatan kerja kelompok dapat memupuk kebiasaan saling kerja sama antar siswa
2)    Kegiatan diskusi dapat memacu siswa untuk berani mengungkapkan pendapat sekaligus dapat melatih keterampilan siswa untuk dapat berkomunikasi dengan baik. Disamping itu dengan diskusi akan terbentuk sikap terbuka atau menghargai pendapat orang lain
3)   Pencapaian suatu karya atau pengaplikasian suatu gagasan dapat menimbulkan rasa bangga pada diri siswa bahwa dirinya dapat berperan/bermanfaat bagi masyarakat maupun bagi perkembangan sains dan teknologi
4)    Penggunaan cara evaluasi yang kontinyu dan beragam dapat mendorong siswa untuk serius atau perhatian dalam mengikuti pembelajaran karena penilaian tidak hanya menyangkut kemampuan kognitif saja melainkan juga partisipasi dan kreativitasnya juga. Disamping itu siswa akan merasa bahwa semua aktivitas/gagasan yang dilontarkan akan mendapat apresiasi sehingga tidak ada keterlibatan yang mubadzir. 


Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat ( STM ) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 comments: