Blog Informasi Apa Aja

04 Oktober 2016

Sejarah Tentang Berdirinya Kerajaan Gowa Tallo

Kesultanan Gowa bisa juga ditulis Goa, merupakan salah satu kerajaan besar yang paling sukses serta mendapat pengakuan dari nusantara, kerajaan ini ada di kawasan Sulawesi Selatan. Rakyat kerajaan Gowa asalnya dari Suku Makassar yang menetap di kawasan ujung selatan serta pesisir barat dar Sulawesi Selatan. Wilayah kerajaan tersebut saat ini berada di Kabupaten Gowa serta beberapa bagian daerah di sekitarnya. Kerajaan Gowa Tallo memiliki raja yang sangat terkenal yang dikenal dengan gelar Sultan Hasanuddin, yang pada masa itu melakukan perlawaan terhadap VOC dibantuk Kesultanan Bone yang dikenal sebagai Perang Makassar terjadi sejak 1666-1669, Kesultanan Bone saat itu dipimpin oleh Arung Palakka. 
 
gowa tallo

Sejarah Awal
Pada mulanya, daerah Gowa terdapt 9 komunitas yang populer dengan nama Bate Salapang atau sembilan bendera yang menjadi pusat dari Kerajaan Gowa: Lakiung, Tombolo, Data, Parang-Parang, Saumata, Agangjene, Sero, Bissei, dan Kalili. Dengan melakukan berbagai cara, baik cara damau dan memaksa, komunitas lainnya telah bergabung bersama untuk membentuk Kerajaan Gowa Tallo. Dari cerita para pendahulu kita di Gowa, berkata jika Tumanurung adalah pendiri dari Kerajaan Gowa di awal abad ke-14.

Tumapa’risi’ Kallonna
Pada awal abad yang ke-16, Kerajaan Gowa Tallo diperintah oleh Tumapa’risi Kallonna yang pada masanya bertahta Karaeng atau penguasan Gowa ke-9. Beliau melakukan perombakan yang besar-besaran dengan cara mengubah daerah Makassar dari konfederasi antar-komunitas yang sifatnya longgar menjadi negara kesatuan Gowa. Beliau juga mengatur penyatuan angara Gowa dengan Tallo lalu merekatkannya dengan sumpah yang menyatakan jika apa saja yang melakukan percobaan untuk membuat mereka saling berperang akan memperoleh hukuman Dewata. Dari sini, sebuah perundang-undangan serta aturan-aturan perang diciptakan, serta sebuah sistem pengumpulan pajak juga bea dilembagakan di awasi oleh seorang syahbandar dengan tujuan untuk mendanai Kerajaan Gowa Tallo.

Tunipalangga
Kerajaan Gowa Tallo juga memiliki Tunipalangga yang dikenal dengan sejumlah pencapaiannya, seperti menjadikan dan menaklukan bawahan Lengkese, Bajeng, Lamuru, Polombangkeng, Soppeng dan negara kecil di belakang Wajo, Maros, Alitta, Sawitto, Panaikang, Duri, Bulukumba dan negara lain di bagian selatan serta wilayah pegunungan selatan. Beliau adalah orang yang pertama kali membawa orang Suppa, Sawitto serta Bacukiki ke Gowa. Beliau juga yang menciptakan jabatan Tumakkajananngang. Dan berbagai pencapaian lainnya.

Sultan Hasanuddin
Pada tahun 1666, yang dipimpin oleh Laksamana Cornelis Speelman, VOC berupaya untuk menundukan kerajaan kecil di kawasan Sulawesi, namun belum juga berhasil menundukkan Kerajaan Gowa Tallo. Di pihak lainnya, setelah Sultan Hasanuddin menaiki tahta, beliau berusaha untuk menggabungkan kekutan kerajaan kecil yang ada di Indonesia bagian timur untuk berupaya dalam melawan VOC. Pertempuran tidak bisa dihindarkan, VOC menambah kekuatan mereka hingga pada akhirnya membuat Gowa terdesak dan makin lama makin melemah sehingga pada 18 November 1667, Gowa bersedia untuk mengadakan perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian Bungaya yang dilaksanakan di Bungaya. 

Peranjian Bungaya ini membuat Gowa merasa dirugikan, maka dari itu Sultan Hasanuddin mengadakan perlawanan kembali sehingga pihak VOC meminta bantuan tentara-tentara mereka dari Batavia. Pertempuran kembali pecah, dan Kerajaan Gowa Tallo memberikan perlawanan yang sengit, namun karena bantuan dari Batavia, VOC sulit untuk dikalahkan, VOC berhasil masuk ke Benteng Somba Opu yang kemudian membuat Sultan Hasanuddin mengundurkan diri dari tahtanya.

Kerajaan Gowa Tallo
menjadi salah satu kerajaan di Indonesia yang sangat gigih dalam memerangi VOC. Penting sekali untuk mengetahui peran kerajaan dan raja-rajanya pada saat negeri kita masih dijajah kompeni sehingga kita bisa menghargai jasa para pahlawan.

Sejarah Tentang Berdirinya Kerajaan Gowa Tallo Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: