Blog Informasi Apa Aja

19 Oktober 2016

Sejarah dan Keunikan Dari Rumah Adat Bugis

Setiap daerah dan suku memiliki keindahan dan keunikan yang bisa dilihat dan dinilai secara kasat mata atau dirasakan melalui rohani. Rumah adat merupakan salah satu keunikan dan keindahan yang menjadi ciri khas dari tiap daerah atau suku yang ada di Indonesia, bahkan hingga saat ini, masih banyak penduduk asli yang tinggal di rumah adat untuk melestarikan kebudayaan para leluhur. Bila jalan-jalan ke Provinsi Sulawesi Selatan, kita bisa melihat berbagai rumah adat yang unik dan cantik, seperti rumah adat Makassar dan rumah adat Bugis. 



Asal Mula
Di sebut sebagai rumah panggung kayu merupakan salah satu rumah tradisional masyarakat Bugis yang bentuknya persegi empat terus memanjang hingga ke belakang. Konstruksi dari bangunan rumah adat Bugis ini dibuat secara knock down, lepas-pasang sehingga bisa dipisahkan dengan mudah dari satu kawasan ke kawasan lainnya. Konsep rumah bentuk empat persegi panjang ini berasal dari pandangan hidup masyarakat Bugis yang sudah ada sejak zaman dahulu mengenai bagaimana memahami kondisi alam semesta secara keseluruhan. Di dalam falsafah serta pandangan hidup masyarakat Bugis, terdapat istilah sulapa’ eppa yang artinya persegi empat, yakni sebuah pandangan dunia dengan empat sisi yang bertujuan untuk mencari nilai sempurna yang ideal di dalam mengenali serta mengatasi kelemahan manusia. 

Tingkatan Sosial
Rumah adat bugis tidak bisa asal bangun begitu saja seperti rumah biasa pada umumnya. Orang Bugsi mengenal dengan baik sistem tingkatan sosial yang mana bisa memengaruhi bentuk rumahnya, yang ditandai oleh simbol khusus. Dari tingkatan sosial tersebut, bentuk rumah adat orang Bugis dikenal sebagai Saoraja (Sallasa)yang merupakan rumah besar yang ditempati oleh kaum bangsawan atau keturunan kerajaan serta Bola yang berarti rumah biasa yaitu rumah yang menjadi tempat tinggal oleh rakyat biasa. Memang dari segi struktur serta konstruksi bangunannya, kedua jenis rumah tersebut tidak tampak berbeda secara prinsipil, perbedaan yang mencolok hanya terlihat dari ukuran rumah serta status sosial para penghuninya.

Bagian Rumah
Rumah adat Bugis secara garis besar, bisa digolingkan menjadi 2 golongan, yakni secara spasial vertical serta spasial horizontal dan secara spasial vertical, rumah adat tersebut digolongkan pada:
•    Rakkeang merupakan bagian atas dari rumah adat Bugis yang berada persis di bawah atap maupun langit-langit. Pada bagian ini biasanya berfungsi untuk menyimpan hasil panen maupun benda pusaka yang berharga.
•    Ale bola merupakan badan dari rumah adat Bugis yang meliputi lantai dan dinding, terletak di antara loteng dengan lantai. Di bagian ini, sengaja dibuat sekat-sekat sehingga tercipta ruangan khusus, seperti ruang tidur, ruang tamu, dapur dan masih banyak lagi.
•    Awa bola/kolong rumah merupakan bagian rumah yang teletak di antara tanah dengan lantai yang biasanya dipakai untuk menyimpan alat mata pencaharian maupun untuk berternak ayam atau unggas.

Ragam hias pada rumah adat Bugis tidak hanya berfungsi sebagai perhiasan saja, namun juga memiliki simbol status sosial untuk para pemilik rumah yang mengandung nilai filosofis tinggi. Tidak berbeda jauh dari rumah adat lainnya, rumah ini mengambil pola dasar dari corak flora, founa dan alam semesta yang tampak sangat cantik dan menarik ketika dilihat. Jadi tidak heran jika banyak wisatawan yang menjadikan rumah adat sebagai salah satu destinasi wisata ketika datang ke Bugis untuk liburan.

Sejarah dan Keunikan Dari Rumah Adat Bugis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Faisal Nisbah

0 komentar: